Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sunday, 16 April 2017

Hanya Satu Keinginanku

Aku hanyalah wanita biasa.
Aku bukanlah wanita berparas cantik jelita.
Aku juga bukanlah wanita yang punya segalanya.

Aku hanyalah seorang wanita yang ingin pasangan sederhana.
Aku tidak ingin menilai setampan apa rupanya.
Aku tidak ingin menilai sebanyak apa hartanya.
Aku tidak ingin menilai setinggi apa kedudukannya.

Pasangan yang berlandaskan ketakwaan-NYA.
Pasangan yang mengharapkan Surga-NYA.
Pasangan yang akan membawa keberkahan dan keridhaan-Nya.
Aku berharap kelak di sebuah perbatasan waktu.
Aku dipertemukan dengan pasangan pilihan-Nya.

Seseorang yang hatinya terpaut kepada-Nya.
Seseorang yang mengikuti sunnah Rasul-Nya.
Seseorang yang berpedoman pada Kitab-Nya.
Seseorang yang akan ikhlas menerima segala kekuranganku.

Yang akan mampu membimbing hidupku.
Yang akan mampu mengisi dan melengkapi hari-hariku.
Yang akan menahkodai bahtera rumah tanggaku.
Yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan dariku.

Aku ingin menyayanginya secara sederhana.
Aku harap dia juga menyayangiku secara sederhana.
Sesederhana aku dalam mencintainya.
Biarlah saat ini aku menyemai cinta bersama-Nya.
Menyemai kerinduan akan wajah-Nya.
Sebelum aku dipertemukan dengannya.

Aku bermimpi untuk membangun Istana Indah.
Walaupun istana itu hanyalah pondok kecil yang terbuat dari bambu.
Berpagarkan ketulusan cinta dan kasih sayang.
Akan kujadikan pondokku sebagai Surga bagi Suami dan anakku.

Hanya satu keinginanku.

Yaitu ingin menjadi seorang Isteri shalihah...

Wednesday, 24 December 2014

Gelora Cintaku

Apakah orang yang sedang dilanda cinta mengira, bahwa
cinta kasihnya dapat tersembunyi antara curahan airmata
dan gelisah jiwa?

Jika tidak karena cinta tidaklah akan tercurah airmata
yang membasahi puing-puing dan tidaklah tercurah karena
pohon Bani dan gunung alami

Foto : hikmahdibaliksenja.blogspot.com

Betapa kau dapat mungkiri gelora cinta yang bersemayam
dalam jiwamu setelah curahan airmata dan derita jasmani
menjadi bukti.

Dan aku yakin bahwa jiwamu merasa dengan dua bukti,
airmata yang membasahi pipimu dan pucat wajahmu

Kau nampaknya seperti bunga layu atau pohon lapuk

Akh, dimalam sepi khayalanku melayang pada kekasih yang
menyebabkan aku tak dapat tidur

Memang gelora cinta itu dapat menukar nikmat menjadi
derita

Wahai pencerca karena gelora cintaku seperti gelora cinta
orang-orang Bani Uzra
Janganlah kamu salahkan aku, karena jika kamu mengalaminya
pasti kau akan insyaf dan tidak akan mencercaku

Oleh : cahaya.blogspot.com
https://narasicinta.blogspot.com/2014/12/gelora-cintaku.html

Tuesday, 23 December 2014

Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
barangkali cinta akan membuat hati damai
seperti mekarnya kuncup-kuncup bunga

karena alam sedang jatuh cinta
mawar pun gemetar ditetesi embun

tiada lagi dendam kesumat merajai hatimu
aku teringat pertikaian ranting dengan kaca jendela rumah kita

tapi mungkin juga jadi peperangan dahsyat di medan badar
kau menjelma jadi batu dan aku anak panah Sa'ad

mengintip keperkasaannya memainkan busur
aku anak panah yang menjelma jadi bunga
sehingga Sa'ad dimabuk cinta
pada kuncup-kuncup bunga yang terus bermekaran

sementara peperangan tetap terjadi
meninggalkan luka akibat keangkuhan akan keperkasaan
taklukan musuh dengan seribu jurus malaikat kayangan
sebuah panah menancap dalam tubuh
luka
memanjang
jadi bunga


by : cahaya.blogspot.com

TES

Followers